Namanya Siska, tapi dia tidak pernah mau dipanggil dengan nama Siska, melainkan Tita. "Eh, sok imut banget nih anak!" Ya, seperti itulah yang ada di pikiranku saat mendengar dia bilang "You can call me Tita." haha, lucu sekali kalau ingat saat perkenalan kuliah pertama itu. Tapi lama-lama aku terbiasa memanggilnya "Tit", malah kadang ku ulangi lagi, haha (nggak perlu aku tuliskan lah hihi).
Aku sering sekali menghabiskan waktu bersamanya, entah di kampus, maupun di luar kampus. Jalan pun kami sering berjejeran berdua, haha untung aja nggak gandengan, kalo iya mungkin berasa kaya orang pacaran aja. Mau jalan makan, nyari baju atau sepatu, atau hanya sekedar nongkrong pun aku hampir selalu bersamanya. Mungkin bisa dibilang udah soulmate (baca: slomed) kali yaa? Intinya kami sering bersama, saling bergantian menginap di kos masing-masing, itu pun hanya untuk nonton film atau curhat semalam suntuk. Eh, kami juga sering mengerjakan tugas bersama sampai pagi lo.
Kami juga sering mengikuti organisasi atau event yang diadakan kampus bersama, seperti ikut organisasi ESA, panitia OSPEK Fakultas, atau sekedar ikut panitia seminar yang diadakan BEM fakultas. Hmm.. makan es krim di depan Rektorat kampus, kumpul bareng anak ESA, atau cuma sekedar nyari hot spotan gratis. Benar-benar rindu saat-saat itu.
Saat bersama pun, kami tak hanya berdiskusi, bertukar pikiran, bercanda, ngobrol ngalor ngidul nggak genah, tapi juga bertengkar. Ya, aku sering sekali bertengkar dengan Tita, tapi ya tidak sampai marahan seperti anak kecil. Paling satu hari diam dan tidak bicara, kemudian akur lagi. Tapi seringnya aku yang mengalah dan minta maaf duluan, haha mungkin aku yang harus jadi kakaknya. Tapi tak apa lah, itung-itung melatih kesabaran, dan jadi tahu gimana rasanya jadi kakak. Kami juga sering secara tidak sengaja memakai baju yang warnanya sama, padahal kami tidak janjian sebelumnya. Sampai-sampai diledeki seperti anak panti asuhan saja.
![]() |
| |
Ambil mata kuliah di semester atas pun kami selalu bersama, walaupun aku akui Tita selalu menang nilainya di atasku, tapi kami selalu bersaing secara sehat. Kami juga saling membantu saat kami menemui kesulitan, karena kami saling melengkapi. Ada bagian dimana Tita tidak menguasai, tapi aku bisa, begitu pula sebaliknya. Kami juga selalu saling support saat salah satu diantara kami sedang putus asa atau dilanda masalah.
Bahkan, sebenarnya kami berencana untuk lulus dan wisuda S1 bersama. Namun, apa daya aku harus menunda keinginanku itu karena aku memiliki sedikit kendala. It's okay, walaupun aku dan Tita tidak wisuda bersama, kami tetap dekat dan bersahabat. Walaupun sebenarnya aku tahu dia juga sedih, dan sedikit tidak enak padaku karena harus wisuda duluan. Tidak apa-apa, setiap orang memiliki jalannya masing-masing bukan? Tidak selamanya aku dan Tita selalu bersama, seperti saat ini.
Dia sekarang sudah tidak bersama ku lagi, dia di luar kota, dengan masa depannya, dengan impiannya, dengan semangat dan seluruh usahanya menggapai cita-cita, membahagiakan orang-orang yang dicintainya. Aku sangat merindukannya, sering aku menangisinya (secara diam-diam tentunya, sebelum tidur hehe) saat aku ingat semua kebersamaanku dengannya. Aku yakin suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengannya, jika masih ada umur panjang tentunya. Insya Allah..
Semoga Allah senantiasa menjaga, melindungi, serta membimbingmu di jalanNya dek.. segala kebaikkanNya akan selalu bersamamu, aamin.
P.S. I miss you :')


thank for the writing. .miss you too, sista. .
BalasHapus^_^
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusciye...ciye..."slomed" #@$^*^???
BalasHapushehehe...ommet beb...:)
Hapus