My Read Lists

Kamis, 27 Desember 2012

Cuma pingin curhat..

Nggak kerasa tahun 2012 udah tinggal menghitung hari lagi..

Udah 22 tahun menghirup udara yang gratis ini, menginjak bumi yang indah ini, melewati suka duka canda tawa serta lara. Bertemu dengan berbagai peristiwa, orang-orang yang datang silih berganti dalam hari-hari yang terlewati dan masih dijalani sampai saat ini.

Jadi inget, dulu waktu baru lulus SD aku mesti ikut sama budhe. Yaa, waktu itu ortu kepingin aku masuk ke SMP favorit di kabupaten. Well, aku pasrah. Saat itu berpikir bahwa ortu ku jahat, aku masih 12 tahun meeeeenn.. Aku masih polos, nggak tau apa-apa, terus mesti pisah gitu dari Mom and Dad? Hhh.. #deep sigh

Hari-hari aku jalani dengan stress karena aku sering keinget ortu, terutama Mom. Disekolah pun ada aja masalah sama temen, sampe-sampe aku lebih milih untuk sendirian, nggak punya temen. Nilai jeblok, pernah ada yang merah. Haha, mungkin itu saat-saat paling nggak enak dalam hidupku.
Tapi banyak yang nyenengin juga sih, apalagi pas tahun pertama dan kedua. Mungkin karena childhood di sekitar rumah budhe menyenangkan. Mereka kebanyakan masih SD saat itu. Hahaha, iya aku mainnya sama anak SD. Main petak umpet, main layangan, main kartu, main gobag sodor, macem-macem lah. Padahal aku udah kelas 2 SMP dan temen-temenku masih kelas 3, 4, 5, dan 6 SD. (Iya ga papa, ketawa aja)
Memasuki tahun ketiga, semuanya membaik. Prestasiku, hubunganku dengan teman-teman baru ku, intinya aku ngerasa lebih bebas dan nggak tertekan. Mungkin karena udah mulai fase pendewasaan kali yaa, jadi ababil. hahaha.. :D

Terus, pas SMA aku disuruh Mom untuk pulang. Aku bahagiaaaa... :D
Akhirnya setelah 3 tahun kangen tidur bareng sama Mom, aku pulang lagi deh.

Masa SMA tuh masa paling indah buatku. Ngrasain yang namanya cinta pandangan pertama, cinta pertama, persahabatan yang sampe sekarang masih terjalin dengan baik. Selama SMA, kayaknya nggak ada yang nggak nyenengin. Ehh.. Ada ding, ya masa-masa labil putus sama si pacar, diselingkuhin.. #nyesek

Then, tibalah saatnya aku menjalani status sebagai seorang mahasiswa. Yeeeyy.. aku udah punya KTP, lalu menyusul SIM. Senangnyaa.. :)
Sebagai mahasiswa, aku mesti ngekos. Pisah lagi deh sama Mom and Dad. Nggak papa, kan udah 18 tahun. Menyenangkan sekali punya keluarga kedua (baca: temen-temen kos). Hmm,, bikin peralatan syarat OSPEK bareng-bareng, laper dan makan juga bareng, tidur juga kadang bareng, ketawa, nangis pun pernah bareng. Mereka bener-bener amazing.
Ohh ya, temen-temen di organisasi ESA (English Students Association) dan temen lain Prodi di BEM juga menakjubkan. Dari mereka aku bisa dapet banyak ilmu, kayak English Debate, intinya berbagai macam tentang Bahasa Inggris lah. Kalo dari temen lain Prodi, bikin aku ngerti gimana caranya mengkoordinasi berbagai macam hal untuk menyukseskan sebuah event. Dan yang pasti, nambah saudara.


Ketika menjadi mahasiswa inilah, aku menemukan sahabat-sahabat yang luar biasa. Sahabat yang sampai saat ini dan kuharap selamanya akan terus bertahan menemaniku dalam suka dan duka. Bukan hanya sekedar teman yang mendekat disaat butuh saja.
Alhamdulillah, setelah melewati 8 semester yang menakjubkan di kampus biru itu, pada akhirnya aku menyandang gelar sarjana.

Ya, saat ini aku berpikir. Semua peristiwa yang telah aku lewati semua itu, membuatku menyadari bahwa setiap orang pasti tumbuh dewasa. Hanya saja, tidak semua orang akan bisa berpikir, berucap dan bersikap dewasa. 

Saat aku SMP, aku berpikir bahwa ortu jahat dan tega sekali sampai harus memisahkan aku. Kenapa juga saat aku sekecil itu, aku harus sekolah ikut sama budhe? Kini aku tahu, ternyata itu supaya aku bisa mandiri. Ya, aku memang anak tunggal. Namun kedua orang tuaku tidak ingin saat mereka tidak lagi bisa mendampingiku, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku harus bisa menjadi seseorang yang mandiri, memiliki prinsip yang kuat dan tegas.
Ketika SMA, dikhianati sama si pacar tentu membuatku sangat membencinya. Sekarang aku tahu, bahwa kepercayaan, kejujuran, dan kesetiaan itu mahal harganya.

Sampai saat ini, aku menyadari begitu banyak hal yang bisa aku ambil hikmahnya. Menjadikanku pribadi yang lebih baik lagi tentunya, karena melakukan kesalahan, kemudian sadar dan memperbaikinya. Menemukan pengetahuan dan pengalaman baru yang mungkin tidak akan pernah aku temui jika aku hanya di rumah saja.
 
Yaaah... intinya, sekarang udah 22 tahun terlewati. Banyak pelajaran hidup yang udah didapet. So, aku mesti lebih bijaksana lagi. Dewasa tentunya. Mesti lebih bisa mengendalikan ego, nggak semaunya sendiri. Kita tuh hidup nggak di hutan meeen, kita hidup di ranah sosial. Jadi mesti mikirin dampak ke orang-orang disekitar kita. Ok..



2 komentar:

  1. Seperti hukum Newton aja, ada aksi ada reaksi. No pain no gain. Begitu yang bisa aku simpulkan baca post ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap.. you're right..
      at least, jadi belajar bahwa nggak semua hal yg terlihat jahat itu bener2 jahat..

      Hapus